Di Desa Jati-Jati, Merauke, Mama Kostansia Nauce dan Kak Didima Dawoke membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan ketekunan untuk bertahan dapat membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik. Di tengah berbagai tantangan, keduanya memilih untuk terus belajar dan menanam harapan melalui pertanian sayuran bersama pendampingan dari YBTS.
Perjalanan mereka tidak dibangun dalam waktu singkat. Setiap musim tanam menjadi proses penuh pembelajaran, mulai dari menyiapkan lahan, merawat tanaman, hingga menghadapi hama dan perubahan kondisi cuaca. Dengan pendampingan yang rutin, Mama Kostansia dan Kak Didima perlahan semakin percaya diri dalam mengelola budidaya terung ungu varietas baru M72 F1.
Apa yang awalnya dimulai dari kemauan untuk mencoba, kini berkembang menjadi hasil nyata. Dengan penuh ketelatenan dan kerja keras, mereka berhasil mencapai panen ke-4 untuk terung ungu M72 F1. Tanaman tumbuh baik, hasil panen terus berlanjut, dan dari lahan yang mereka rawat sendiri, perlahan terbuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Kalau terus dirawat dan tidak mudah menyerah, pasti ada hasil yang bisa dinikmati,” ujar Kak Didima.
Bagi Mama Kostansia dan Kak Didima, bertani bukan hanya tentang menanam sayuran. Bertani menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu mengambil peran besar dalam membangun kesejahteraan keluarga dan komunitasnya.
Perjalanan mereka hari ini menjadi harapan baru bagi banyak perempuan lainnya, khususnya masyarakat asli Merauke, bahwa kesempatan bisa datang dari mana saja, termasuk dari lahan yang dirawat dengan penuh kesabaran dan semangat untuk terus maju.
Baca cerita lainnya di: Kegiatan Kami – Bina Tani Sejahtera