Ketika Gagal Panen Tidak Menghentikan Langkah Petani Muda

Sumbawa

Let’s Grow! (Sumbawa Cluster)

Di Wawonduru, perjalanan Kak Ramadhan dimulai dari keberanian untuk memasuki dunia yang benar-benar baru baginya. Sebelum terjun ke pertanian, beliau bekerja sebagai tukang parkir dan belum pernah memiliki pengalaman mengelola lahan maupun menanam tanaman. Bertani adalah sesuatu yang sebelumnya hanya ia lihat dari kejauhan. Namun melalui pendampingan program Let’s Grow yang didukung oleh Ganesha Foundation, ia memberanikan diri mengambil langkah baru untuk belajar menanam tomat.

Apa yang awalnya dimulai dari rasa penasaran perlahan berubah menjadi tekad. Hari demi hari, Kak Ramadhan mempelajari dasar-dasar bertani. Mulai dari menyiapkan lahan, menjaga kesehatan tanaman, hingga memahami bagaimana cuaca dan kondisi lahan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman secara langsung. Lebih dari sekadar menanam tomat, ia sedang membangun harapan dan masa depan baru dengan tangannya sendiri.

Namun perjalanan tersebut jauh dari mudah. Pada musim tanam pertamanya, banjir besar merendam seluruh lahan tomat dan menghancurkan semua tanaman yang telah ia rawat dengan penuh usaha. Pengalaman itu tentu sangat berat. Bagi seorang petani pemula, kehilangan seluruh hasil tanam bisa menjadi alasan untuk berhenti mencoba.

Alih-alih menyerah, ia justru menjadikan kegagalan sebagai pelajaran. Ia kembali ke lahan dengan semangat yang lebih kuat dan keinginan untuk terus memperbaiki diri. Dari pengalaman tersebut, ia belajar pentingnya persiapan lahan yang baik, pengendalian gulma, pengelolaan drainase, serta pembuatan bedengan yang lebih tinggi dan rapi untuk melindungi tanaman dari cuaca yang tidak menentu.

“Gagal panen bukan akhir. Kalau terus belajar dan terus mencoba, selalu ada kesempatan untuk memulai lagi,” ujar Kak Ramadhan.

Kini, semangat itu tumbuh bersama 1.000 populasi tomat di lahannya. Lahan terlihat lebih bersih dan tertata, bedengan dipersiapkan dengan lebih baik, dan tanaman tumbuh lebih sehat serta kuat dibanding sebelumnya. Setiap barisan tomat menjadi gambaran dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah meski pernah mengalami kegagalan.

Baca cerita lainnya di: Kegiatan Kami – Bina Tani Sejahtera

Other Impact