Tomat Mulai Jadi Peluang Baru bagi Petani

Sumatera Utara

Knowledge Transfer & Extension – Sumatera Utara

Budidaya tomat Martha 54 mulai membuka peluang baru bagi petani di Desa Silait-lait, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Di musim tanam kedua ini, Bang Henri menjadi salah satu petani yang berani mencoba mengembangkan komoditas tersebut di lahannya.

Saat ini, persemaian tomat telah memasuki usia 15 hari setelah semai (HSS) dengan sekitar 90% bibit tumbuh dalam kondisi baik. Lahan juga sudah diolah dengan rapi dan siap memasuki tahap berikutnya, yaitu pemasangan mulsa dengan rencana jarak tanam 70 x 50 cm. Dari total 1.750 benih yang disemai, sekitar 1.000 tanaman akan dibudidayakan di lahan seluas 500 m².

Menariknya, tomat Martha 54 masih jarang dibudidayakan di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi peluang besar, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan Bang Henri, tetapi juga membuka peluang bagi petani lain untuk melihat potensi komoditas hortikultura baru di daerah mereka.

Dengan teknik persemaian yang lebih baik dan pengelolaan budidaya yang semakin terarah, Bang Henri berharap tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang maksimal.

“Saya melihat tomat Martha 54 ini punya peluang yang bagus karena masih jarang ditanam di daerah sini. Saya berharap hasilnya nanti bisa baik dan jadi motivasi juga untuk petani lain mencoba komoditas baru,” ujar Bang Henri.

Langkah yang dimulai dari satu lahan ini diharapkan dapat menjadi awal perubahan dan membuka semangat baru bagi petani di sekitar untuk terus mencoba peluang budidaya yang lebih menjanjikan.

Other Impact