Bagi Muhammad, seorang pemuda berusia 25 tahun dari Desa Tekasire, Kabupaten Dompu, NTB, masa depan dulunya hanyalah rentetan hari yang penuh ketidakpastian. Sebagai buruh harian lepas, ia menghabiskan waktunya menanam jagung atau membersihkan lahan milik orang lain demi upah yang tidak seberapa, tanpa jaminan kerja maupun pendapatan tetap.
Namun, titik balik hidupnya datang ketika ia bergabung dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera melalui program Let’s Grow, yang didukung oleh Ganesha Foundation. Program ini bukan sekadar memberikan bantuan teknis, melainkan merombak total cara pandang pemuda terhadap pertanian melalui pendekatan profesional dan pengelolaan berbasis data.
Selama 15 hari pelatihan intensif, Muhammad menunjukkan determinasi luar biasa dengan kehadiran yang nyaris sempurna, sebuah sikap disiplin yang ia bawa langsung ke ladang mentimunnya. Di lahan seluas 1.000 m², ia mulai menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) yang ia dapatkan dari YBTS. Ia tidak hanya bertani dengan cara menebak-nebak; ia paham membangun bedengan setinggi 25-30 cm sangat krusial untuk memastikan drainase lancar dan mencegah pembusukan akar, mengingat lahannya berada di jalur pembuangan air.
“Dulu, saya hanya bekerja untuk orang lain tanpa kepastian. Kini, di lahan sendiri, saya belajar bahwa kunci dari bertani bukan soal luasnya tanah, namun seberapa cermat dan tekun kita mengelolanya,” ucapnya.
Ketekunan dan kecermatan ini membuahkan hasil yang sangat nyata. Muhammad rutin memantau dan melakukan pemangkasan pada tanaman mentimun varietas Batara F1 miliknya agar hasil panennya optimal. Dalam satu musim tanam, ia berhasil melakukan 15 kali panen dengan hasil 6-20 karung per panen. Total pendapatan kotor yang diraih mencapai Rp21.710.000, angka yang jauh melampaui penghasilannya saat masih menjadi buruh harian.
Sebagai seorang ayah muda, keberhasilan ini menjadi tiket menuju kemandirian ekonomi. Prestasi ini tidak hanya memungkinkannya menjamin masa depan finansial keluarga, tetapi juga menyediakan modal untuk musim tanam berikutnya.