Kegiatan Kami

Pengembangan Pemuda

YBTS berkomitmen untuk memberdayakan pemuda dalam sektor pertanian dengan membekali mereka dengan keterampilan hidup yang esensial, pengetahuan, dan peluang untuk masa depan yang sukses. Kami mengakui peran penting yang dimiliki oleh pemuda dalam mempromosikan keberlanjutan dan mendorong inovasi di bidang pertanian. Program kami dirancang untuk memberikan pelatihan praktis dalam teknik pertanian modern dan berkelanjutan, kewirausahaan, dan kepemimpinan.

Menumbuhkan Harapan Lewat Regenerasi Petani Muda
Menumbuhkan Harapan Lewat Regenerasi Petani Muda
Uploaded
Melalui inisiatif seperti program "Let’s Grow!", YBTS berkomitmen menjawab tantangan regenerasi petani dengan membekali generasi muda melalui pengetahuan teknis, keterampilan hidup, dan akses pasar. Sepanjang tahun 2025, program ini telah menjangkau 25.068 pemuda (41% dari total penerima manfaat), di mana sekitar 80% merupakan petani sayuran pemula. Hasilnya sangat signifikan; sebanyak 34% peserta berhasil keluar dari garis kemiskinan, dengan rata-rata pendapatan harian yang meningkat dari Rp59.584 di musim pertama menjadi Rp79.484 di musim ketiga. Dengan kurikulum yang menggabungkan Praktik Pertanian yang Baik (GAP) dan manajemen bisnis, YBTS membuktikan bahwa sektor pertanian dapat menjadi mata pencaharian yang produktif bagi generasi muda.
View Detail
Menemukan Jalan Kemandirian Melalui Bertani
Menemukan Jalan Kemandirian Melalui Bertani
Uploaded
Muhammad, seorang pemuda berusia 25 tahun dari Desa Tekasire, NTB, berhasil mengubah hidupnya dari buruh harian lepas yang penuh ketidakpastian menjadi pemilik lahan pertanian mandiri melalui Let’s Grow Project yang didampingi oleh Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) dan Ganesha Foundation. Dengan menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (GAP) di lahan seluas 1.000 m²—seperti membangun bedengan tinggi untuk mencegah pembusukan akar di jalur pembuangan air—ia beralih dari cara bertani menebak-nebak ke manajemen profesional berbasis data. Ketekunannya dalam memantau serta melakukan pemangkasan strategis pada mentimun Batara F1 miliknya menghasilkan 15 kali panen dengan pendapatan kotor sebesar Rp21.710.000, jauh melampaui upah buruhnya terdahulu. Kini sebagai "Petani Masa Depan," Muhammad telah mengamankan masa depan finansial keluarga sekaligus modal untuk musim berikutnya, membuktikan bahwa hortikultura modern adalah jalur karier yang menguntungkan bagi generasi muda.
View Detail
Menabur Keberanian, Robinson Menuai Kesuksesan sebagai Petani Muda di Sumba
Menabur Keberanian, Robinson Menuai Kesuksesan sebagai Petani Muda di Sumba
Uploaded
Robinson Ngindi, pemuda dari Desa Wanno Ritta di Sumba Barat Daya, menunjukkan bagaimana kemauan belajar dan keberanian mencoba hal baru dapat mengubah hasil di lahan. Melalui Program Let’s Grow yang didukung Ganesha Foundation, ia menerapkan ilmu dari pendampingan dan pelatihan hingga akhirnya mampu meningkatkan panen dan pendapatannya dari musim ke musim.
View Detail
Dari Nelayan Menjadi Petani Tomat, KisahPetani Muda
Dari Nelayan Menjadi Petani Tomat, KisahPetani Muda
Uploaded
Ordianus Kolo, pemuda asal Desa Weihura, Sumba Barat, pernah bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu. Hidupnya berubah ketika ia mengikuti pelatihan YBTS dan mulai membudidayakan tomat. Meski kehilangan sebagian besar dari 1.800 tanaman karena kemarau, Ordi tetap bertahan dan berhasil memanen lebih dari 1 ton tomat. Kini ia memperluas lahannya dengan menanam pakcoy, mentimun, bawang merah, dan semangka—dengan total keuntungan mencapai Rp52 juta.
View Detail
Dari Keraguan Menjadi Panen, Kaka Maria dengan Cabai dan Sayuran Daun
Dari Keraguan Menjadi Panen, Kaka Maria dengan Cabai dan Sayuran Daun
Uploaded
Kaka Maria Melty Dendot, seorang petani pemula dari Compang Lony, berhasil memanen 243,5 kg cabai dan sayuran setelah mengikuti pelatihan YBTS.
View Detail
Tanah Boleh Keras, Tapi Semangat Kelompok Tani Berang Merah Lebih Kuat!
Tanah Boleh Keras, Tapi Semangat Kelompok Tani Berang Merah Lebih Kuat!
Uploaded
Di Negeri Jerili, Amahai, Maluku Tengah, sekelompok anak muda dari suku Naulu memulai perjalanan yang penuh harapan dan tantangan. Bersama YBTS, kelompok tani Berang Merah tidak hanya belajar menanam, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik.   Bertani di Negeri Jerili bukanlah perkara mudah. Tanah yang didominasi oleh jenis tanah lilin atau lempung (clay […]
View Detail