Dari Lowolabo, 11 Anak Muda Memilih Bertani

Uploaded

Dari Lowolabo, 11 Anak Muda Memilih Bertani

Sebanyak 11 anak muda di Desa Lowolabo, Paga, Sikka, Flores, memulai perjalanan mereka sebagai petani muda melalui program Let’s Grow YBTS Batch 4. Mereka memilih untuk belajar, mencoba hal baru, dan melihat bagaimana pertanian dapat menjadi bagian dari masa depan mereka. 

Perjalanan tersebut kemudian dirayakan melalui Youth Graduation Let’s Grow YBTS Batch 4 di Desa Lowolabo, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan program pendampingan hortikultura bersama YBTS selama satu tahun. 

Simbolisasi panen sebagai hasil perjalanan belajar dan praktik selama empat musim tanam bersama Let’s Grow.

Selama program berlangsung, para petani muda tidak hanya belajar tentang budidaya. Mereka terjun langsung ke lahan, mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, mencatat hasil, dan mengevaluasi setiap musim tanam. Dalam tiga musim tanam, mereka menghadapi berbagai tantangan, belajar dari pengalaman, dan mencari cara untuk meningkatkan hasil pada musim berikutnya. 

Hasilnya pun mulai terlihat. Seluruh 11 peserta berhasil menyelesaikan program dan mencapai 97% dari target budidaya. Secara keseluruhan, mereka juga berhasil menghasilkan pendapatan lebih dari Rp211 juta selama tiga musim tanam. 

Di balik angka tersebut, ada proses belajar dan kerja keras selama satu tahun. Ada hari-hari yang dihabiskan di lahan, berbagai keputusan yang harus diambil, hasil yang tidak selalu sesuai harapan, serta kemauan untuk terus mencoba dan memperbaiki. 

Acara kelulusan ini turut dihadiri oleh Bupati Sikka yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan, Sekretaris Kecamatan Paga, serta Kepala Desa Lowolabo. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap anak muda yang memilih terlibat dalam pertanian dan membangun masa depan dari desanya sendiri. 

Momen apresiasi setelah menyelesaikan program Let’s Grow YBTS Batch 4.

Bagi para petani muda ini, kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan berikutnya. Dengan pengalaman tiga musim tanam, mereka kini memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk terus belajar, berkembang, dan mengelola usaha tani mereka sendiri. 

Selamat kepada Adri, Agustinus, Arnold, Bernadeta, Fransiska, April, Maslina, Roslina, Ruth, Veronika, dan Wilfridus. 

Other Pengembangan Pemuda