Peran perempuan dalam sektor pertanian bukan sekadar pendukung, melainkan penggerak utama dalam pemenuhan gizi dan ekonomi rumah tangga. Melalui berbagai program pendampingan, Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) membuktikan bahwa memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang di bidang pertanian akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga yang lebih berkelanjutan.
Berikut adalah poin-poin utama dari inisiatif pemberdayaan perempuan YBTS sepanjang tahun 2025.
Partisipasi yang Meluas
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 7.466 perempuan (46% dari total peserta) berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pendampingan lapangan. Partisipasi tertinggi tercatat pada program pelatihan petani untuk Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP), yang melibatkan 3.745 individu. Hal ini menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi di kalangan petani perempuan untuk meningkatkan kapasitas teknis mereka.
Optimalisasi Kebun Pekarangan
Salah satu strategi utama adalah pengembangan kebun pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan.
Integrasi Penghidupan dan Gizi
Program YBTS tidak hanya berfokus pada cara menanam, tetapi juga bagaimana mengolah hasil panen tersebut.
Memberdayakan petani perempuan berarti membangun fondasi yang kuat bagi gizi keluarga dan ekonomi komunitas. Dengan pengetahuan dan akses teknologi yang tepat, perempuan mampu bertransformasi menjadi petani yang produktif, mandiri, tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Penasaran dengan cerita inspiratif lainnya dan bagaimana perempuan tani mengubah masa depan? Baca Laporan Tahunan YBTS 2025 selengkapnya di: YBTS 2025 Annual Report.