Mereka rata-rata memiliki pendapatan sebanyak Rp. 14,901,000 (1,036 USD) setelah memanen tomat yang telah tumbuh selama 5 bulan (dari masa musim tanam sampai akhir panen) pada tanah seluas 500 m2.
Meskipun baru belajar menanam bersama YBTS, para pemuda sudah mendapatkan pendapatan per bulan sebanyak Rp 2,980,000 (207 USD).
Dengan mengimplementasikan GAP (praktik pertanian yang baik), hasil panen tanaman tomat tertinggi diperoleh petani muda di Sumba Tengah sebanyak 3,820 kg/500 m2 dengan keuntungan sebesar Rp. 26,196,000 (1,822 USD). Ini menunjukan bahwa para pemuda yang baru belajar bertani memiliki peluang untuk mendapatkan pendapatan bulanan sebesar Rp. 5,239,000 (364 USD).


Kisah sukses ini kemudian memotivasi rekan-rekan petani muda lainnya. Partisipasi pemuda di bidang pertanian sangat bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung, salah satunya adalah mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan mata pencaharian.