Pada tanggal 18-22 April 2022, Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) mengajak 13 perwakilan kelompok tani dan 3 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terpilih dari Kabupaten Sumba Barat Daya untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan dengan tema “Kemandirian Kelompok Tani, Petani Muda, dan Petani Wanita melalui Penerapan Praktik Pertanian yang Baik (GAP), Pengolahan Hasil, dan Kegiatan Terpadu.”
Kegiatan studi banding ini diharapkan mampu memperluas jaringan para petani, mengembangkan potensi, pengetahuan, serta keterampilan dalam usaha pertanian. Salah satu kegiatan studi banding ini ialah berkunjung dan belajar di lahan milik kelompok Tani Laheroi di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan.
“Kami memiliki 7 anggota aktif yang memproduksi hasil budidaya hortikultura. Selain itu, kami juga membudidayakan ternak ayam dan pengembangan tanaman bunga untuk agrowisata,” ucap Pdt. Benyamin Naralulu, selaku ketua kelompok tani Laheroi Bisuaf.
Kelompok tani datang dan belajar membuat pupuk cair organik dan ekoenzim sebagai alternatif dari harga pupuk yang naik. Para Peserta yang belajar dan melakukan praktek pembuatan pupuk cair sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Melalui studi banding ini, petani Sumba Barat Daya dapat melihat langsung apa yang telah dilakukan oleh para petani yang lebih dulu terjun ke lapangan, kendala, dan hambatan apa saja yang ditemui hingga pada akhirnya menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama,” jelas Junike Susan Medah selaku Koordinator Program.