Dari Lahan Eks-Sagu, Paria Tumbuh dengan Hasil Menjanjikan

Uploaded

Dari Lahan Eks-Sagu, Paria Tumbuh dengan Hasil Menjanjikan

Siapa sangka, lahan bekas sagu bisa digunakan untuk menanam paria dengan bobot hampir 1 kilogram per buah? 

Hal ini dialami oleh Bapak Muhammad Ridha Gabriel, yang mencoba menanam paria Lipa F1 di lahan gambut eks-sagu miliknya. Budidaya ini dilakukan melalui demplot untuk melihat pertumbuhan dan hasil paria di lahan tersebut. 

Belajar mengenali dan merawat tanaman paria langsung di lahan.

Hasilnya mulai terlihat pada panen pertama. Bapak Ridha berhasil memanen 17 kilogram paria. Pada panen kedua, hasilnya meningkat menjadi 70 kilogram. Bukan hanya jumlah panennya yang menarik. Buah paria yang dihasilkan juga berukuran cukup besar, dengan bobot mencapai 0,8–1 kilogram per buah. 

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, Bapak Ridha menggunakan pupuk kandang dan melanjutkannya dengan pemupukan secara berimbang. Tanaman terus dirawat selama masa pertumbuhan hingga panen. 

“Awalnya saya belum tahu bagaimana hasil paria kalau ditanam di lahan bekas sagu ini. Setelah panen pertama, saya cukup senang melihat hasilnya. Buahnya juga besar-besar, ada yang sampai hampir 1 kilo. Sekarang tanamannya masih terus berbuah, jadi saya masih menunggu hasil panen berikutnya. Semoga hasilnya bisa lebih baik lagi,” ucap Bapak Ridha. 

Sampai saat ini, tanaman paria di lahan tersebut masih terus berproduksi. Artinya, masih ada beberapa kali panen yang bisa ditunggu dari demplot ini.  

Dari dua panen pertama, hasilnya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Lahan yang sebelumnya digunakan untuk sagu kini juga bisa dimanfaatkan untuk menanam paria. Bagi Bapak Ridha, hasil ini menjadi pengalaman baru dalam mengelola lahannya. Ia masih akan terus merawat tanaman dan melihat hasil pada panen berikutnya. 

Perjalanan demplot paria Lipa F1 di lahan eks-sagu ini masih berlanjut. Kita tunggu hasil panen selanjutnya.

Other Mata Pencaharian Terpadu