Di sebuah lahan pertanian milik kelompok tani Jerusalem yang terletak di Timor Tengah Selatan, terdapat danau kecil yang airnya hampir surut. Danau tersebut menjadi mata air desa sejak dahulu. Melchizedek Salem, perwakilan dari kelompok tani Jerusalem mengatakan, “Danaunya memang terlihat kering, tetapi masih ada air di dalamnya.”
Sejak awal tahun 2018, kelompok tani ini sudah membangun penampungan di sekitar danau dengan metode 3M (mengisi, menyimpan, dan menggunakan) yang diperkenalkan oleh tim YTBS. Sebelumnya, di setiap musim kemarau yang jatuh pada bulan Juli sampai Agustus, kelompok tani akan susah mendapatkan akses air dikarenakan surutnya air danau. Sekarang, penampungan air dapat menyediakan air yang dibutuhkan untuk tanaman di musim kering. Sejak saat itu, para petani yang tergabung dalam kelompok ini terus berkembang, begitu juga usaha tani mereka. Metode 3M terus dilakukan meskipun penampungan tersebut masih penuh, para petani terus membuat lubang infiltrasi untuk menampung kebutuhan air sebanyak-banyaknya.
Melchizedek Salem, perwakilan dari kelompok tani Jerusalem mengatakan, “Kami terbiasa bertani secara tradisional, hanya terdiri dari satu atau dua bedeng, pemeliharaan yang tidak optimal, dan hasil panen yang rendah. Setelah mendapat bantuan dari YTBS, hasil tani menjadi semakin baik. Kami sekarang dapat menanam hingga 100 pohon tomat.” Kelompok tani ini juga berencana untuk memperluas lahan mereka.
Lebih lanjut, Mechizedek mengatakan, “Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar kami bisa mengembangkan usaha tani dan aktivitas 3M. Kami berharap 11 petani yang tergabung dalam kelompok tani dapat memiliki lahan pertanian mereka sendiri dan hasil tani dapat dipasarkan di luar wilayah. Agar hal ini dapat tercapai, kami juga berharap bahwa tim YTBS tetap membantu kami sampai rencana kami terwujud.