Kisah Agustinus B Malo Sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan Selama 20 Tahun

Uploaded

Kisah Agustinus B Malo Sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan Selama 20 Tahun

Selain para petani, terdapat sosok Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ikut berbahagia ketika dihadapkan dengan hasil panen yang sukses. Bagi para PPL, seluruh rasa lelah seolah langsung terangkat saat melihat hasil kerja keras petani binaan mereka tersebut. Hal ini pun ikut dirasakan oleh Bapak Agustinus B Malo, Kepala BPP Kota Tambolaka. Bapak Agus, begitu beliau akrab disapa, sudah memiliki dua puluh tahun pengalaman sebagai PPL. Selama karirnya tersebut, ia sudah banyak sekali menghabiskan waktu di kebun bersama petani. Baginya, ada kebanggaan tersendiri ketika ia melihat para petani binaannya menjadi sukses dan sejahtera.

“Jika petani sukses, maka penyuluh tersenyum,” ujarnya, “Saya merasa ikut berada dalam kesuksesan mereka. Petani-petani yang saya dampingi ini telah berusaha dengan baik dan saya sangat bersyukur akan hal tersebut.”

Tentunya, perjalanan Bapak Agus sebagai seorang PPL tidak lepas dari sejumlah tantangan. Pada tahun 2000-an, ia banyak berjumpa dengan petani yang masih menggunakan metode tradisional dan hanya menanam satu jenis komoditas saja. Pada saat itu, para petani belum menyadari potensi pertanian sebagai salah satu mata pencaharian yang menjanjikan. Mereka hanya bertani untuk mencukupi kehidupan sehari-hari tanpa memiliki rencana untuk meningkatkan potensi lahan yang dimiliki. Fasilitas pendukung dan akses informasi mengenai praktik pertanian yang baik pun masih terbatas. Hal ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi para PPL pada masa itu. Mereka memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi para petani sekaligus merubah pola pikir mereka mengenai industri pertanian.

Seiring dengan berjalannya waktu, tugas Bapak Agus sebagai seorang PPL banyak terbantu dengan adanya sejumlah program dan teknologi baru. Para petani kini tergabung dalam kelompok tani yang memberikan mereka akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, informasi mengenai teknis pertanian, dan masih banyak lagi. Kehadiran mitra di lapangan, seperti Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) dan William and Lily Foundation (WLF) melalui program Peningkatan Mata Pencaharian Pertanian melalui Pendekatan Terpadu (PERMATA), pun sangat membantu untuk meningkatkan kompetensi petani di lingkungan setempat. Program kolaborasi YBTS dan WLF ini bertujuan untuk melatih para petani agar bisa menanam secara efisien dan berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat mendukung petani untuk terus mengembangkan lahan mereka sebagai sumber kehidupan yang menjanjikan, bukan hanya asal mencukupi kebutuhan harian.

“Terima kasih YBTS dan WLF atas kerja samanya selama ini. Kami (para PPL) tidak bisa berjuang seorang diri. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin demi berlangsungnya perkembangan industri pertanian di Tambolaka,” ujar Bapak Agus.

Other Mata Pencaharian Terpadu