Keberhasilan Kelompok Tani Yawerma dalam Budidaya Sayuran

Uploaded

Keberhasilan Kelompok Tani Yawerma dalam Budidaya Sayuran

Yawerma adalah sebuah kelompok tani di Kampung Warsansan, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kelompok tani yang beranggotakan enam orang ini sudah aktif bertani sebelum mendapatkan pendampingan dari Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS). Berasal dari latar keluarga petani, kelompok tani ini semula mengikuti metode tradisional yang sudah lama digunakan oleh petani setempat. Ketika pertama bertemu dengan tim dari YBTS, mereka mengira bahwa pendampingan yang dilakukan hanya sebatas proses penanaman, bukan keseluruhan operasional.

Program pendampingan yang diberikan YBTS membuka mata kelompok tani Yawerma akan metode bertani yang baik. Contohnya, para petani mendapatkan pelatihan mengenai proses penyemaian yang baik dengan memperhatikan campuran media tanam. Hasilnya, dari 1650 benih yang ditanam, hanya 30 tanaman yang mati. Hal ini merupakan kenaikan pesat dari metode mereka sebelumnya yang langsung menghamburkan bibit ke tanah. Selain itu, para petani pun belajar mengenai perhitungan untuk pemberian pupuk dan penggunaan pestisida yang sesuai.

Ketua kelompok tani Yawerma, Elisa Mnubefor, menyadari bahwa metode pertanian modern yang diajarkan oleh tim dari YBTS ini lebih efisien dan dapat menghasilkan panen yang lebih memuaskan. Menurutnya, metode pertanian modern ini memerlukan ketelatenan tinggi, sehingga dibutuhkan kegigihan dan kemauan belajar yang tinggi untuk dapat sukses. Kegiatan bertani pun merubah gaya hidupnya. Ia yang semula banyak menghabiskan waktunya untuk di rumah, kini menjadi giat untuk mengelola kebunnya. Menurutnya, waktu yang dia habiskan setiap harinya adalah uang yang berharga, sehingga ia tidak mau menghabiskannya dengan bermalas-malasan.

Adanya pendampingan tani pun menarik minat masyarakat sekitar. Elisa menjelaskan bahwa ada banyak masyarakat sekitar yang mampir ke kebun mereka untuk bertanya dan belajar mengenai budidaya tanaman. Salah satu penduduk, Bapak Ismail, bahkan termotivasi untuk mulai bertani di pekarangan rumahnya.

Saat ini, kelompok tani Yawerma fokus untuk membudidayakan sejumlah sayuran seperti kangkung, tomat, dan cabai. Dari hasil panen tersebut, mereka dapat memperoleh  pemasukan sekitar tiga juta rupiah. Hasil penjualan sayuran ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anak. Kedepannya, Elisa berharap ada semakin banyak pemuda yang mau memanfaatkan kesuburan tanah Papua dengan bertani.

“Papua terkenal dengan kesuburan tanahnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh diam saja. Kita harus berusaha agar dapat mencukupi kebutuhan pangan di Papua dan Indonesia. Mari wujudkan surga kecil kita di tanah Papua,” ujar Elisa pada seluruh pemuda di Papua.

Other Pengembangan Pemuda