Penguatan Koperasi Hortikultura di Jawa Barat

Program ini didukung oleh Stichting De Eik, East-West Seed Knowledge Transfer, dan Agriterra

Konteks dan Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan pengembangan dari inisiatif Agriterra yang berhasil dilaksanakan di Afrika pada periode 2023–2026 melalui program Building Strong Horticulture Cooperatives in Africa di Burkina Faso dan Tanzania. Program tersebut didukung oleh Stichting De Eik, sebuah yayasan yang didirikan oleh Jos Looije, mantan pemilik dan direktur Looye Kwekers di Naaldwijk, Belanda. 

Berdasarkan keberhasilan program tersebut, Agriterra memperluas implementasi program ke Indonesia, khususnya di Jawa Barat, dengan menargetkan empat koperasi hortikultura. Program ini bertujuan memperkuat posisi petani kecil dalam rantai nilai hortikultura melalui pengembangan koperasi pertanian yang profesional dan berorientasi pasar. 

Agriterra bekerja sama dengan East-West Seed Knowledge Transfer (EWS-KT) dan menunjuk Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), afiliasi EWS-KT di Indonesia, untuk mendukung perancangan dan pelaksanaan pelatihan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) serta layanan penyuluhan bagi petani. 

Pada tahun 2028, koperasi yang terlibat diharapkan memiliki sistem tata kelola dan keuangan yang berkelanjutan untuk mendukung pengembangan bisnis agregasi dan sistem layanan anggota yang berkelanjutan. 

Tujuan Proyek

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas koperasi dan meningkatkan penghidupan petani melalui tujuan berikut: 

  • Penguatan Tata Kelola dan Keuangan: Memperkuat tata kelola dan sistem keuangan koperasi untuk meastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang.  
  • Integrasi Teknis: Mengintegrasikan pelatihan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan layanan penyuluhan ke dalam model layanan koperasi melalui dukungan YBTS. 
  • Keterhubungan Pasar: Mengembangkan model bisnis yang memungkinkan koperasi memasarkan hasil panen anggota secara kolektif dan mengakses pembeli bernilai lebih tinggi. 
  • Sistem Layanan Berkelanjutan: Membangun sistem layanan berkelanjutan untuk meningkatkan akses petani terhadap saran produksi pertanian berkualitas dan dukungan teknis.  
  • Inklusivitas: Membentuk dewan pemuda dan perempuan untuk mendorong partisipasi aktif serta memperkuat keberlanjutan koperasi di masa depan. 

Target Proyek

  • 8 demplot komersial untuk budidaya tomatselada, dan buncis. 

  • 250 petani dilatih mengenai Praktik Pertanian yang Baik (GAP) dengan target peningkatan hasil panen sebesar 20%. 

  • 192 pengunjung dijangkau melalui kegiatan Klinik Benih. 

  • 160 petani berpartisipasi dalam kegiatan Hari Temu Lapang (FFD). 

Mitra YBTS

Mitra Pendanaan: Stichting De Eik, Agriterra 

Mitra Teknis: East-West Seed Knowledge Transfer (EWS-KT)

Mitra Lokal: Komunitas lokal dan empat koperasi hortikultura dampingan Agriterra: 

  1. Koperasi Lembang Agri (Desa Cikadang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat)
  2. Koperasi Caringin Bumi Asih (Desa Lebak MuncangCiwidey, Kabupaten Bandung)
  3. Koperasi Al-Ittifaq (CiwideyKabupaten Bandung)
  4. Green Pasundan Agriculture, CiwideyKabBandung. 

Periode Proyek

April 2026 – December 2027 

Lokasi

Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia 

Didukung oleh

Penguatan Koperasi Hortikultura di Jawa Barat
Memulai Kolaborasi untuk Penguatan Budidaya dan Pembelajaran Petani
Lembang
View Detail