Di Desa Lawe Loning Sepakat, Kabupaten Aceh Tenggara, Ibu Norma Simarmata menunjukkan bahwa ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa perubahan di lahan pertanian. Dengan sekitar 1.500 tanaman kacang panjang Guarda, musim tanam kali ini menjadi bukti bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.
Untuk menjaga kondisi lahan tetap optimal, Ibu Norma menerapkan penggunaan mulsa yang membantu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih sehat hingga memasuki masa panen.

“Saya percaya, selama kita mau belajar dan terus mencoba, selalu ada cara untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Bertani memang membutuhkan kesabaran, tetapi setiap musim tanam selalu mengajarkan sesuatu yang baru.”
Di balik hamparan tanaman yang tumbuh subur, tersimpan semangat untuk terus berkembang. Setiap praktik budidaya yang dipelajari dan diterapkan menjadi bekal untuk menghadapi musim tanam berikutnya dengan lebih percaya diri.
Melalui pendampingan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), pengetahuan tentang praktik budidaya yang baik semakin mudah diakses oleh petani, termasuk perempuan yang memiliki peran penting dalam mengelola usaha tani. Kesempatan untuk belajar dan mencoba inovasi baru membuka ruang bagi mereka untuk terus meningkatkan kualitas budidaya di lahannya.
Panen kali ini bukan sekadar tentang hasil yang dipetik, tetapi juga tentang perjalanan seorang perempuan yang memilih untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak berhenti mencoba. Semoga semangat Ibu Norma dapat menginspirasi semakin banyak perempuan untuk mengambil peran, mengembangkan potensi, dan menjadi bagian dari masa depan pertanian Indonesia yang lebih kuat.