Belajar dari Lapangan Melalui Hari Temu Lapang Kembang Kol

Uploaded

Belajar dari Lapangan Melalui Hari Temu Lapang Kembang Kol

Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang pelatihan. Bagi para petani, lahan sering kali menjadi ruang belajar terbaik untuk melihat secara langsung bagaimana suatu komoditas dibudidayakan dan bagaimana peluang usahanya dapat dikembangkan. 

Melalui kegiatan Farmers Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang yang diselenggarakan dalam Program De Eik Project Sorong, para petani berkumpul di demplot milik Pak Ngadikan untuk belajar bersama mengenai budidaya kembang kol. Kegiatan ini menjadi sarana bagi petani untuk mengamati praktik budidaya secara langsung sekaligus berdiskusi mengenai potensi pengembangan komoditas tersebut. 

Pemilihan kembang kol sebagai fokus pembelajaran bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2025, harga kembang kol di wilayah Sorong relatif stabil di kisaran Rp30.000–Rp35.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa kembang kol memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan dan dapat menjadi salah satu alternatif komoditas yang bernilai ekonomi bagi petani. 

Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai teknik budidaya, tetapi juga diajak untuk melihat pertanian dari sudut pandang usaha. Melalui diskusi yang berlangsung di lapangan, para petani berbagi pengalaman, mengamati kondisi tanaman, serta membahas berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan budidaya dan hasil usaha tani. 

Selain itu, petani juga diperkenalkan pada pentingnya perencanaan usaha tani melalui penyusunan Rencana Usaha Tani (RUT). Perencanaan menjadi salah satu aspek penting dalam budidaya karena dapat membantu petani menentukan komoditas yang akan ditanam, mengatur waktu tanam, serta memperkirakan waktu panen agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Menurut Rahayu, MALO De Eik Project Sorong, perencanaan yang baik dapat membantu petani meningkatkan peluang memperoleh harga jual yang lebih optimal. 

“Bertani bukan hanya soal menanam dan memanen. Petani juga perlu merencanakan usahanya dengan baik. Melalui RUT, petani dapat melihat peluang pasar dan mengatur waktu tanam sehingga hasil panen memiliki nilai jual yang lebih optimal,” ujarnya. 

Melalui pembelajaran yang dilakukan langsung di lapangan, para petani dapat melihat keterkaitan antara praktik budidaya dan aspek usaha tani secara lebih nyata. Pendekatan ini membantu petani memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi, tetapi juga oleh kemampuan merencanakan dan mengelola usaha tani dengan baik. 

Kegiatan Hari Temu Lapang menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan yang memungkinkan petani belajar melalui pengalaman langsung. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai budidaya kembang kol, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa perencanaan yang baik merupakan bagian penting dalam membangun usaha tani yang produktif dan menguntungkan. 

Other Transfer Pengetahuan