Bagi Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), demplot bukan sekadar lahan percontohan tanaman. Namun, sebagai instrumen evaluasi dampak yang membuktikan bahwa kombinasi benih berkualitas dan Praktik Pertanian yang Baik (GAP) secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Tahun 2025 menjadi saksi transformasi ribuan petani di berbagai wilayah Indonesia melalui program ini. Berikut adalah ringkasan capaian dan dampaknya.
Capaian Program
Sepanjang tahun 2025, YBTS mendampingi 3.382 petani yang mengelola 33 jenis tanaman berbeda. Beberapa poin penting terkait partisipasi meliputi:
- Regenerasi Petani: Sebanyak 72% dari total peserta merupakan petani muda.
- Partisipasi Perempuan: Sebanyak 30% keterlibatan berasal dari petani perempuan.
- Komoditas Unggulan: Tomat, kacang panjang, dan mentimun menjadi pilihan utama karena permintaan pasar yang stabil dan potensi pendapatan yang cepat.
Faktor Keberhasilan
Efektivitas di lapangan didukung oleh empat pilar teknis utama:
- Adopsi Benih Berkualitas: 100% petani mengadopsi penggunaan benih berkualitas untuk meminimalkan risiko gagal panen sejak awal.
- Efisiensi Input: 62% petani berhasil menekan biaya pestisida hingga di bawah 15% dari total biaya produksi melalui pengelolaan hama yang terkontrol.
- Tanggung Jawab Lingkungan: Sebanyak 513 petani mulai mengelola limbah plastik mulsa dengan metode penimbunan di lokasi lahan.
- Optimasi Hasil: Data menunjukkan adanya perbaikan performa panen secara konsisten hingga musim tanam ketiga.
Dampak Ekonomi
Tujuan utama dari YBTS adalah meningkatkan taraf hidup keluarga petani.
- Pendapatan Harian: Rata-rata pendapatan harian petani tercatat sebesar Rp60.083.
- Potensi Wilayah: Di wilayah tertentu seperti Papua, pendapatan mencapai angka yang lebih tinggi berkat harga pasar dan ekspansi luas tanam.
- Kisah Sukses: Donata Bangus, salah satu petani dampingan di Manggarai berhasil meraup total pendapatan Rp25.022.000 selama tiga musim dar lahan seluas 500 m².
Inovasi
YBTS juga memperkenalkan teknologi Biochar sebagai solusi keberlanjutan lahan.
- Produktivitas Tinggi: Ibu Fatonah di Grobogan berhasil meningkatkan panen pare hingga 3.478 kg di lahan biochar, dibandingkan hanya 1.923 di lahan tanpa biochar.
- Efisiensi Biaya: Penggunaan teknologi ini mampu menghemat pupuk kimia hingga 50%.
Aktivitas demplot telah menjadi jembatan efektif antara alih pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan pendekatan yang tepat, sektor pertanian mampu menjadi mata pencaharian yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dapatkan informasi mendalam mengenai pencapaian dan cerita inspiratif lainnya dari lapangan. Baca Laporan Tahunan YBTS 2025 selengkapnya pada tautan berikut: YBTS 2025 Annual Report.