Ismail Syamsudin, seorang petani dari Kampung Warsansan, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, mengandalkan hasil pertanian sayuran untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. Ismail sangat menikmati menanam tanaman cabai keriting, khusus varietas Kastilo F1. Ia mengaku memilih untuk menanam komoditas tersebut dikarenakan kualitas cabai Kastilo F1 umumnya disukai dan diterima di pasaran, serta memiliki harga jual yang menguntungkan.
Pada tahun 2022, bersama dengan staff YBTS di lapangan (Technical Field Officer), Ismail menanam cabai keriting di lahan seluas 500 m2 dan berhasil menghasilkan panen hingga 1 ton dengan keuntungan bersih mencapai Rp 15.000.000. Tentu saja, ia merasa sangat gembira dengan hasil yang diperoleh dan berencana untuk menanam kembali dengan luasan lahan yang lebih besar. Hasil panen digunakannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anaknya.
“Bagi saya bertani adalah pilihan hidup. Saya tidak pernah menyesalinya. Kebutuhan keluarga terpenuhi dari hasil bertani. Saya ingin terus belajar karena bagi saya belajar itu adalah perjalanan sepanjang hayat. Terima kasih untuk Yayasan Bina Tani Sejahtera, semoga terus menjadi penerang untuk para petani yang ada di Papua,” pungkasnya.