{"id":5061,"date":"2026-06-10T09:35:56","date_gmt":"2026-06-10T02:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.binatani.or.id\/?p=5061"},"modified":"2026-06-10T09:39:27","modified_gmt":"2026-06-10T02:39:27","slug":"belajar-dari-lapangan-melalui-hari-temu-lapang-kembang-kol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/belajar-dari-lapangan-melalui-hari-temu-lapang-kembang-kol\/","title":{"rendered":"Belajar dari Lapangan Melalui Hari Temu Lapang Kembang Kol"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang pelatihan. Bagi para petani, lahan sering kali menjadi ruang belajar terbaik untuk melihat secara langsung bagaimana suatu komoditas dibudidayakan dan bagaimana peluang usahanya dapat dikembangkan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5072 size-large\" src=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-576x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"576\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-576x1024.jpg 576w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-169x300.jpg 169w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-65x115.jpg 65w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-84x150.jpg 84w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-290x516.jpg 290w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2-113x200.jpg 113w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-2.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui kegiatan Farmers Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang yang diselenggarakan dalam Program De Eik Project Sorong, para petani berkumpul di demplot milik Pak Ngadikan untuk belajar bersama mengenai budidaya kembang kol. Kegiatan ini menjadi sarana bagi petani untuk mengamati praktik budidaya secara langsung sekaligus berdiskusi mengenai potensi pengembangan komoditas tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pemilihan kembang kol sebagai fokus pembelajaran bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2025, harga kembang kol di wilayah Sorong relatif stabil di kisaran Rp30.000\u2013Rp35.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa kembang kol memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan dan dapat menjadi salah satu alternatif komoditas yang bernilai ekonomi bagi petani.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai teknik budidaya, tetapi juga diajak untuk melihat pertanian dari sudut pandang usaha. Melalui diskusi yang berlangsung di lapangan, para petani berbagi pengalaman, mengamati kondisi tanaman, serta membahas berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan budidaya dan hasil usaha tani.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain itu, petani juga diperkenalkan pada pentingnya perencanaan usaha tani melalui penyusunan Rencana Usaha Tani (RUT). Perencanaan menjadi salah satu aspek penting dalam budidaya karena dapat membantu petani menentukan komoditas yang akan ditanam, mengatur waktu tanam, serta memperkirakan waktu panen agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menurut Rahayu, MALO De Eik Project Sorong, perencanaan yang baik dapat membantu petani meningkatkan peluang memperoleh harga jual yang lebih optimal.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5074\" src=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-140x105.jpg 140w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-150x113.jpg 150w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-688x516.jpg 688w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3-200x150.jpg 200w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/FGD-Sorong-3.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<blockquote><p><span data-contrast=\"auto\">\u201cBertani bukan hanya soal menanam dan memanen. Petani juga perlu merencanakan usahanya dengan baik. Melalui RUT, petani dapat melihat peluang pasar dan mengatur waktu tanam sehingga hasil panen memiliki nilai jual yang lebih optimal,\u201d ujarnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui pembelajaran yang dilakukan langsung di lapangan, para petani dapat melihat keterkaitan antara praktik budidaya dan aspek usaha tani secara lebih nyata. Pendekatan ini membantu petani memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi, tetapi juga oleh kemampuan merencanakan dan mengelola usaha tani dengan baik.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kegiatan Hari Temu Lapang menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan yang memungkinkan petani belajar melalui pengalaman langsung. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai budidaya kembang kol, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa perencanaan yang baik merupakan bagian penting dalam membangun usaha tani yang produktif dan menguntungkan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:0,&quot;335551620&quot;:0}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui kegiatan Farmers Field Day (FFD) dalam Program De Eik Project Sorong, para petani belajar langsung di lapangan mengenai budidaya kembang kol sekaligus memahami pentingnya perencanaan usaha tani. Selain mengamati praktik budidaya, peserta juga berdiskusi tentang peluang pasar dan penyusunan Rencana Usaha Tani (RUT), sehingga dapat melihat pertanian tidak hanya sebagai kegiatan produksi, tetapi juga sebagai usaha yang perlu dikelola secara strategis dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5070,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[95,157,122,139,159,85,88],"class_list":["post-5061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-transfer-pengetahuan","tag-cap-panah-merah-id","tag-cerita-petani","tag-pemberdayaan-petani","tag-pembinaan-petani-papua","tag-petani-indonesia","tag-transfer-pengetahuan","tag-ybts-id"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5061"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5082,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061\/revisions\/5082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}