{"id":4310,"date":"2025-12-11T09:54:42","date_gmt":"2025-12-11T02:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.binatani.or.id\/?p=4310"},"modified":"2025-12-11T09:57:55","modified_gmt":"2025-12-11T02:57:55","slug":"bu-dewi-petani-wanita-yang-tak-berhenti-belajar-bertani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/bu-dewi-petani-wanita-yang-tak-berhenti-belajar-bertani\/","title":{"rendered":"Bu Dewi, Petani Wanita yang Tak Berhenti Belajar Bertani"},"content":{"rendered":"<p>Di Desa Lawe\u00a0Tawakh, Kec. Babul Makmur, salah satu petani wanita menunjukkan bagaimana perubahan kecil dalam cara bertani bisa menghasilkan perbedaan besar. Ia adalah Bu Dewi, petani kunci dari Program KTE Aceh-Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Bu Dewi menanam kacang panjang varietas Guarda dari Cap Panah Merah pada musim tanam ini. Awalnya, ia hanya mengikuti cara bertani seperti biasanya. Namun melalui pendampingan YBTS, ia mulai menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices\/GAP) secara bertahap.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4305\" aria-describedby=\"caption-attachment-4305\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-4305\" src=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-768x1024.jpg 768w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-225x300.jpg 225w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-86x115.jpg 86w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-113x150.jpg 113w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-387x516.jpg 387w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021-150x200.jpg 150w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251119-WA0021.jpg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4305\" class=\"wp-caption-text\">Bu Dewi melakukan panen kacang panjang dari lahannya.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ia memperbaiki pengolahan lahannya, membuat bedengan rapi untuk memastikan drainase lebih baik. Ia juga mulai menggunakan benih berkualitas agar pertumbuhan tanaman lebih seragam. Ketika tanaman berkembang, BuvDewi melakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran, serta memantau hama secara rutin sehingga pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.<\/p>\n<p>Perubahan-perubahan ini memberi dampak yang jelas. Dalam empat kali petikan, Bu Dewi berhasil menghasilkan 91 kg kacang panjang. Tanamannya terlihat lebih sehat, hasil panennya lebih rata, dan pekerjaan di lahan menjadi lebih efisien karena semua langkah dilakukan mengikuti jadwal yang teratur.<\/p>\n<p>Perjalanan Bu Dewi menunjukkan bagaimana penerapan GAP yang konsisten dapat memberikan hasil yang lebih baik, sekaligus meningkatkan rasa percaya dirinya sebagai petani wanita di Aceh Tenggara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Desa Lawe Tawakh, Bu Dewi menunjukkan bahwa penerapan GAP sederhana, merapikan bedengan, menggunakan benih lebih baik, pemupukan berimbang, dan pemantauan hama, dapat menghasilkan tanaman lebih sehat dan panen 91 kg kacang panjang dalam empat petikan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kepercayaan dirinya sebagai petani perempuan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4307,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[54],"tags":[122,113,158,88,94],"class_list":["post-4310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-women-empowerment-id","tag-pemberdayaan-petani","tag-petani-inspiratif","tag-petani-wanita","tag-ybts-id","tag-ybts-2025"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4311,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4310\/revisions\/4311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}