{"id":2823,"date":"2019-09-30T16:05:40","date_gmt":"2019-09-30T09:05:40","guid":{"rendered":"https:\/\/dev.binatani.or.id\/?p=2823"},"modified":"2024-12-27T16:07:24","modified_gmt":"2024-12-27T09:07:24","slug":"penerapan-praktek-pertanian-yang-baik-di-lahan-pemuda-nabire","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/penerapan-praktek-pertanian-yang-baik-di-lahan-pemuda-nabire\/","title":{"rendered":"Penerapan Praktek Pertanian yang Baik di Lahan Pemuda Nabire"},"content":{"rendered":"<p>Meski sebagian besar masyarakat di desanya memilih menjadi nelayan tradisional dan melakukan pekerjaan yang bisa langsung menghasilkan uang, Musa Wayeni yang lahir pada tanggal 27 Februari 1982 melihat peluang besar untuk mendapatkan penghasilan dari bercocok tanam sayur di kampungnya, Desa Waharia, Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua. Ia mulai bercocok tanam sayuran pada awal tahun 2019 setelah mengikuti program Training of Farmer (ToF) dari Yayasan Bina Tani Sejahtera. Ia menerapkan Praktik Pertanian yang Baik di lahannya seperti: persiapan lahan, cara memilih bibit yang berkualitas, cara membuat persemaian yang tepat, pemupukan dan cara menggunakan pestisida secara aman.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2819\" src=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth.png\" alt=\"\" width=\"966\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth.png 966w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth-300x113.png 300w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth-768x289.png 768w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth-140x53.png 140w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth-150x57.png 150w, https:\/\/www.binatani.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Youth-200x75.png 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 966px) 100vw, 966px\" \/><\/p>\n<p>Disamping pekerjaannya sebagai pegawai pemerintahan, ia memulai usaha tani sayur mayur dengan menanam Kangkong, Bayam dan Terong di lahan seluas 500 m2. Setelah 4 bulan, dia menghitung semua pendapatan dan mendapat lebih dari 10 juta keuntungan dari menanam bayam &amp; kangkung dalam 3 siklus, dan terong. Dia membeli seorang pembudidaya dari keuntungannya menanam sayuran. Dengan pembudidaya itu, ia yakin akan terbantu dalam pembuatan bedengan dan penyiapan tanah. Ia juga menginspirasi para pemuda sekitar bahwa melalui pertanian sayur ia mendapat penghasilan tambahan. Saat ini sudah lebih dari 10 pemuda petani binaan Om Musa menanam sayur mayur, cabai dan tomat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski sebagian besar masyarakat di desanya memilih menjadi nelayan tradisional dan melakukan pekerjaan yang bisa langsung menghasilkan uang, Musa Wayeni yang lahir pada tanggal 27 Februari 1982 melihat peluang besar untuk mendapatkan penghasilan dari bercocok tanam sayur di kampungnya, Desa Waharia, Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua. Ia mulai bercocok tanam sayuran pada awal tahun 2019 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2821,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[53],"tags":[],"class_list":["post-2823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-youth-development-id"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2823"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2824,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions\/2824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binatani.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}