Mama Elisabet Fakdewer dari Kampung Yongnam, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, merupakan salah satu petani yang bergabung dalam Program Peningkatan Mata Pencaharian Pertanian melalui Budidaya Sayuran yang Menguntungkan yang didukung oleh Stichting De Eik dan East West Seed Knowledge Transfer.
Sebelum mengikuti program, Mama Elisabet masih menggunakan metode tanam tradisional dengan hasil yang sering tidak stabil. Tantangan seperti serangan hama, kondisi tanah yang kurang optimal, dan pola perawatan yang belum teratur membuat panennya tidak selalu sesuai harapan.
Melalui pendampingan YBTS, ia mulai mempraktikan teknik budidaya yang lebih efisien, mulai dari pengolahan tanah yang tepat, pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman, hingga pengendalian hama secara rutin. Perubahan sederhana ini memberikan dampak besar bagi perkembangan kebunnya.

Kini, tanaman kacang panjang varietas Guarda yang ia kelola telah menghasilkan 15 kali petikan. Ia berhasil menjual 411 ikat dengan harga Rp5.000 per ikat, sehingga memperoleh keuntungan sekitar Rp2.055.000. Dengan tanaman yang masih produktif, panen lanjutan masih terus berpotensi menambah pendapatan keluarganya. Melihat hasil yang semakin baik, Mama Elisabet mulai berencana memperluas lahan dan menambah komoditas baru agar produktivitasnya meningkat di musim-musim berikutnya.