Diversifikasi Budidaya Sayuran Menambah Penghasilan Petani

Uploaded

Diversifikasi Budidaya Sayuran Menambah Penghasilan Petani

Telaga Mato, kelompok tani beranggotakan 20 petani dari Desa Peleri, Halmahera Utara dibentuk pada tahun 2019. Mayoritas dari anggota kelompok tani adalah petani kelapa, yang kemudian mereka olah menjadi kopra. Pada awal tahun 2017, harga Kopra turun drastis dari sekitar Rp 8.500.000 (850 USD) ke Rp 2.500.000 (250 USD)  per hektar yang sangat berdampak pada ekonomi mereka.

Pada Februari 2019, mereka mengunjungi acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Tani di Desa Sabale yang membuat mereka tertarik dengan pertanian sayur mayur. Sejak mengikuti kegiatan tersebut, warga Desa Peleri mulai menanam cabai dan berbagai sayuran di lahan seluas 2500 m². Berbeda dengan pohon kelapa, mereka harus mengurus lahan pertanian mereka setiap hari.

Dalam 25 hari, mereka menerima pendapatan dari panen sayuran pertama seperti caisim, kangkung, dan bayam. Tiga bulan kemudian, mereka menambah berbagai jenis sayuran lainnya yaitu cabai, tomat, dan bawang merah. Mereka menjalankan program  praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practice) berupa manajemen lahan, pembibitan, pemupukan, identifikasi penyakit serta hama, manajemen hama, dan manajemen air (irigasi tetes).

Pada hari panen, para petani dari kelompok tani Telaga Mato sangat bahagia karena lahan mereka menghasilkan 600 kg cabai dengan harga Rp 58,000 per kg sehingga total pendapatan mereka adalah sekitar Rp 34,900,000.Telaga Mato adalah pionir yang telah menjadi inspirasi bagi petani sekitar (termasuk wanita dan anak muda) untuk menanam sayuran di desa mereka. Mereka sekarang mengerti bahwa menanam  sayur mayur dapat meningkatkan pendapatan serta taraf hidup mereka.

Other Transfer Pengetahuan