Dampak Penerapan Project GAP

Uploaded

Dampak Penerapan Project GAP

Kami melakukan aktivitas transfer pengetahuan secara intensif kepada para petani selama periode project kami. Kami melihat ada peningkatan keterampilan petani setelah mereka menerima pengetahuan baru tentang Praktik Pertanian yang Baik.

Pemilihan benih berkualitas tinggi,  jarak tanam, pemasangan teralis, penyiapan lahan dan pengelolaan air merupakan 5 besar GAP yang diadopsi oleh petani di Indonesia Timur. Kami memberikan saran kepada petani untuk menggunakan. berdasarkan kebutuhan tanaman, dan regulasi pestisida.

PENINGKATAN HASIL PANEN (%)

Chaisim, pare, dan tomat memiliki peningkatan hasil yang signifikan (lebih dari 100%) hal ini dapat terjadi karena tanaman tersebut ditanam dengan prosedur GAP, dan pada musim yang tepat.

PENINGKATAN PENDAPATAN BULANAN %

Berdasarkan demoplot dengan petani kunci di Papua (Biak, Nabire), Maluku Utara (Kao Barat, Malifut, Kao Teluk), dan Maluku (Maluku Tengah), petani mendapatkan kontribusi tambahan pada pendapatan rumah tangga dari bertani sayuran, yaitu sebesar 22 hingga 65% dari rata-rata pendapatan bulanan mereka.

Bertani sayuran di wilayah Timur Indonesia merupakan bisnis yang potensial untuk mendukung pendapatan rumah tangga, dan tentunya dapat menjadi sumber pendapatan utama. Jika petani menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mereka akan mendapatkan hasil panen dan pendapatan yang lebih baik, karena petani seringkali mendapatkan harga yang bagus di pasar wilayah Timur Indonesia.

KEPUASAN KELOMPOK TANI DAN DESA DI WILAYAH NHM
Kecamatan Malifut memiliki penerimaan desa dan respon petani tertinggi pada ToF dan untuk program berkelanjutan berikutnya. Para petani di Kao Barat sangat antusias mengikuti program pengembangan hortikultura dari YBTS dan NHM. Di Teluk Kao, kami perlu lebih banyak melakukan penyuluhan dan diskusi dengan kepala desa dan kecamatan untuk membuat program yang lebih menarik bagi petani.

Other Transfer Pengetahuan