Bina Tani Sejahtera

Bahasa id Indonesia

Ketangguhan dan Penghidupan

Ketangguhan dan Penghidupan

Penguatan masyarakat tahan risiko dan peningkatan penghidupan pertanian, Timor Barat, Provinsi NTT, Indonesia

Didanai dari Grant Agreement antara CORDAID dan Yayasan Bina Tani Sejahtera

Timor Barat merupakan bagian dari Provinsi NTT, provinsi dengan populasi 4.1 juta orang dan mencakup luasan area 46,138 km2. Budidaya sayuran di Timor secara teknis masih kurang baik, sehingga petani tidak mampu mendapat hasil panen yang baik. Provinsi ini merupakan salah satu paling rendah dalam produksi sayuran di Indonesia, karenanya termasuk yang rendah juga dalam konsumsi sayuran. Petani di Timor juga harus menghadapi resiko kekurangan air dalam sistem pertanian mereka. Mereka juga tidak mempunyai akses pasar yang baik untuk menjual hasil panen mereka.

Tujuan secara keseluruhan dari proyek ini adalah untuk menguatkan dan meningkatkan pertanian masyarakat yang tahan resiko dan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk meminimalkan ancaman/ resiko-resiko iklim di 3 desa di Timor Barat, yakni desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS (Timor Tengah Selatan), dan desa Kotabes dan Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Pada bulan April- Juni 2014, kami melakukan studi kelayakan pada 3 desa tersebut untuk mengidentifikasi strategi-strategi yang mendukung masyarakat dalam mengelola ancaman dan mengurangi resiko iklim terhadap pertanian mereka.

Jelas dari hasil studi kami bahwa dibutuhkan kombinasi strategi dan aktivitas untuk menghadapi ancaman kekeringan, meningkatkan kapasitas berorganisasi, dan meningkatkan kemampuan budidaya sayuran. Pembangunan fasilitas sumber air tidak hanya meningkatkan aksespetani untuk irigasi lahan, tetapi juga akan membangun kebersamaan dalam menghadapi ancaman kekeringan.

‘Koneksi sumber air’ akan memudahkan komunitas-komunitas di desa untuk saling berbagi pengetahuan, akses informasi mengenai keadaan cuaca dan pola iklim, dan bekerja sama dalam membangun akses pasar untuk produk dengan nilai tambah, norma-norma kebersamaan yang baik, dan lainnya.

Penerima manfaat dari projek ini 419 keluarga (25% dari 1,623 keluarga di 3 desa). Sekarang ini mereka tidak mempunyai akses sumber air yang baik. Secara jumlah populasi, penerima manfaat sebesar 2,208 orang (29% dari total 6,967 orang di tiga desa). Jumlah ini cukup besar untuk membawa perubahan pada level masyarakat desa. Ada 18 kelompok yang dikuatkan melalui projek ini.

Tahap pelaksanaan proyek mulai bulan Juli 2014 hingga September 2015, kami bersama masyarakat akan membangun jaringan pengairan dari sumber air ke lahan pertanian, membuat demplot dan melakukan pelatihan budidaya yang baik, menerapkan kalender pertanaman berdasarkan kebutuhan kalender pasar, memulai kegiatan akses pasar bagi produk pertanian petani, memelihara kelestarian sumber air dan daerah tangkapannya, pemberdayaan kelompok dan inisiasi pendirian kooperasi masyarakat.

Di bawah ini adalah kerangka logis dari Proyek Ketangguhan dan Penghidupan di Timor Barat, Indonesia: